0

Resolusi Lebih Penting daripada Risol-isi

Posted on Wednesday, January 4

Selamat tahun baru 2012! Nggak terasa udah ganti tahun aja. Tahun lalu buat gue menyimpan banyak memori yang dikenang. Sekolah, teman, cinta, semuanya. Dari masa-masa unas dan kini gue berreinkarnasi menjadi anak sma, kemudian pergantian teman-teman gue yang dulunya teman smp kemudian relasinya meluas jadi teman sma, sebagian hidup gue mengalami transisi kehidupan.
Anyway, malem tahun baru kemarin gue lewatkan hanya dengan menghabiskan waktu di rumah. Kumpul bareng keluarga lengkap, pesta duren, dan nonton Limbad ditimpa beton. Ngomong-ngomong soal Limbad, gue jadi inget kata-kata Adi Nugroho sebagai host waktu itu saat menjelang detik-detik pergantian tahun, saat Limbad dikeduk dari timpaan beton, dan dia diberi pertolongan pertama oleh petugas medis. Jadi begini:
Si Adi ngomong, “Baiklah pemirsa kita akan break sebentar, jangan kemana2.. Karena tentunya kebahagian tahun baru akan tetap bersama kita..”
Dalam hati, gue bilang, “Woy itu Limbad mau mati!! Cepet tolongin!!”
Tetapi, sama seperti Limbad yang berusaha keras untuk tetap hidup dalam timpaan beton kemarin. Gue pun akan demikian. Di tahun 2012 gue akan berusaha lebih keras untuk mewujudkan resolusi gue, baik resolusi-resolusi yang belum kesampaian di tahun kemarin juga resolusi-resolusi baru untuk tahun ini. Hup! Have a great year ahead, all!

0

Gratisan Coca-Cola

Posted on Saturday, November 5

Beberapa hari yang lalu sekolah saya didatangi coca-cola happiness truck. Buat yang masih belum tau apa itu coca-cola happiness truck, ini videonya:



Coca-cola happiness truck adalah semacam trucknya coca-cola (ya iyalah masa truck teh poci) yang membawa kebahagiaan kepada masyarakat. Meskipun cuma coca-cola, tapi saya rasa kegiatan semacam ini keren banget. Memberikan kebahagiaan kepada orang banyak dengan hal-hal yang simpel. Kebahagiaan berupa kegratisan. Jadi, buat saya yang termasuk banci gratisan, kesempatan ini tentu tidak akan dilewatkan gitu aja.

Waktu truknya dateng ke sekolah, jiwa kebanci-gratisan saya terpanggil. Saya langsung antri paling depan untuk menekan tombolnya. Saya sempet berpikiran aneh, kalo nekan sekali keluarnya coca-cola, kira-kira kalo nekannya dua kali yang keluar apa ya?
Saya mencoba. Saya teken tombolnya dua kali sambil berharap kali aja kali ini dapetnya lebih. Nintendo Wii atau iPad mungkin.. Tapi yang keluar tetep aja coca-cola.

Saya pun sadar, pemikiran banci gratisan memang terkadang di luar akal nalar manusia biasa.
Banci itu sudah tentu manusia. Banci gratisan belum tentu.

0

LDR is not Long Distance Relationship anymore

Posted on Tuesday, September 6

Berhubung masih suasana lebaran, gue mau ngucapin mohon maaf lahir batin dulu yaa untuk semuanya. Maafin kesalahan gue kalo gue ada salah, mulai yang gak sengaja maupun yg sengaja untuk gak disengajakan. Nah lho, lo bingung kan... Sama, gue juga.

Baik, dengan ditemani secangkir nescafe hangat dan coveran acoustic lagu Lonely 2ne1 di iTunes gue, gue akan memulai postingan di pagi ini. Buat yang udah baca postingan gue sebelumnya pasti udah tau, udah hampir 2 mingguan gue hubungan jauh dengan dia. No sms, no bbm, dan hanya dm. Cinta gue berat di jarak dan pulsa..
Perbedaan berhubungan melalui sms/bbm dengan berhubungan melalui dm terletak di tingkat seberapa penting kah suatu topik tersebut untuk diobrolin. Di sms atau bbm kita bisa ngobrolin hal-hal kecil, contohnya: "Ayo bangun bels udah pagi jangan ngebo terus.." atau "Kamu udah mandi belum? Kalo belum aku gak mau sama kamu lagi lho", hal -hal kecil sepele yang sedikit menggelikan tapi sangat ngangenin. Di direct message twitter tentu tidak bisa sesepele itu yang kita bahas. Apalagi bila dengan mengandalkan free wifi saja. Hukum efisiensi akan berlaku.

Gak cuma sampai disitu, momok hubungan jarak jauh terkadang juga gak cuma dari si jarak dan si pulsa, ada juga si waktu. Perbedaan waktu sangat terasa disini, apalagi buat orang-orang yang berjiwa ngebo seperti gue. Disana malem, disini dini hari. Disini pagi, disana dini hari.
Dia disana malem nge-dm "Malem yan :)", gue disini dini hari bangun dengan masih sambil kucek-kucek mata ngebales, "Pagi bels hoaaam.. Aku disini mau sahur nih bels, kamu udah sahur belum?". FYI, disini waktu sahur kemaren jam 3, di eropa lagi jam 11 malem. Jadinya gak nyambung.
Ya, perbedaan zona waktu bisa membuat topik obrolan jadi ikutan berbeda juga.

Dari semua hal diatas yang harus gue alami 2 mingguan ini, besok adalah hari yang paling terasa di hubungan jarak jauh sementara ini. Besok adalah hari anniversary ketiga bulan gue dengan dia. Anniversary sambil LDR-an itu rasanya kayak, ehmm... kayak debu. Bisa dirasain tapi gak bisa dilihat bentuk wujudnya. Dalam konteks hal ini, tentu maksud dari bentuk dan wujud yang gue maksud adalah wujud si Dikna, bukan bentuk wujud si debu. Alasannya, karena nama pacar gue Belladikna, bukan Belladebu.

Untuk anniversary besok harapan gue cuma satu, gue cuma berharap kita lanjut LDR terus. Lho kok LDR terus? Iya, sebab kepanjangan LDR yang gue maksud disini bukan Long Distance Relationship lagi, but.. Longlast Dikna Riyan..

Karena kita berdua gak akan kalah sama jarak, pulsa, dan waktu..
Happy 3 months anniversary..

0

Arti Sebuah Injekan Kaki

Posted on Thursday, August 25

Jatuh cinta adalah misteri. Kalimat singkat tersebut saya simpulkan dari hubungan saya dengan Dikna, panggilan saya buat dia yang disana, yang sekarang lagi di benua yang berbeda dengan saya. Kita LDR untuk beberapa minggu ke depan. Dia liburan di eropa, saya ngegembel di rumah.. Yak, gembel sekali..

Oke, sekarang gue lagi gak akan nyeritain soal LDR kita, mungkin di postingan selanjutnya akan gue bahas itu. Tapi yang lagi lebih pengen saya ceritain sekarang adalah bagaimana awal saya mengenal dia dan bisa jatuh cinta dengan dia. Kita kenal udah lama, sekitar 3 tahunan sebelum jadian sekarang, gara-gara dipertemukan di kelas yang sama. 3 tahun gue kenal dia, biasa aja. Saya nganggep dia temen, dia juga nganggep saya temen. Meskipun parahnya, selama 3 tahun kita kenal itu kita gak punya nomer masing-masing.

Tapi semuanya berbeda di awal tahun ini. Masih inget betul, tanggal 16 Januari, pertemuan kita telah diatur oleh Tuhan.. (halah). Saya ikut olimpiade bhs Inggris di salah satu SMA di Surabaya, dan yang tanpa saya sadari dia ternyata juga ikut olimpiade yang sama.

Saya dan dia sehati masuk semifinal (klik gambar untuk format besar)
Dari situlah saya dan dia mulai deket. Selain hubungan kita yang berubah karena kita mulai deket. Apa yang saya pikirkan tentang dia juga ikut berubah. Apa yang kita obrolin nyambung banget. Lama-kelamaan saya ngerasa sangat nyaman dengan dia. Sumpah, gak ada yang senyambung ini sebelumnya untuk saya.
Saya akhirnya memberanikan diri untuk bilang jujur ke dia.. Dia merespon.. Dan, resmilah saya jadi yang pertama buat dia..

Banyak banget sebenernya kejadian lucu yang dialamin dengan dia selama bulan Januari pertama kali kita kenal deket sampe bulan Juni kita jadian. Tapi saya rasa cukup, cuma kita berdua yang tahu soal itu. Karena balik lagi ke kalimat yang paling awal diatas tadi. Jatuh cinta adalah misteri. Kita nggak tau kapan, dimana, dan kepada siapa kita jatuh cinta. Bisa setelah setahun kenal, bisa setelah dua tahun kenal, atau bahkan setelah tiga tahun kenal seperti yang saya alamin dengan dia..

Semoga kamu baca yaa disana.. Oh iya, jangan lupa oleh-olehnya.. #tetep